Www.338a.com – Rivalitas Momentum Messi pada Maracana

Memprakarsai Piala Dunia 2014 dr Stadion Maracana, oleh karena itu Lionel Messi kendati hendak mengakhirinya masih di dalam stadion yang sama. Kala itu, Messi membuka kompetisi Piala Dunia di dalam lembaran yg ke-20 juga menginjak-injak Bosnia- Herzegovina dgn skor 2-1 dalam Stadion Maracana tertanggal 15 Juni 2014 yang yg lampau. Ia sukses mendepak 1 gol yg kemudian membuat dia unggul sebagai man of the match. Tatkala hari Minggu, 13 Juli 2014, tokoh Messi hendak memerankan ketua dari timnas Argentina menentang tim nasional Jerman dalam Stadion Maracana itu dalam pertarungan final di dalam Piala Dunia 2014.test1

Ibarat yg tersua jika ketergantungan daripada Argentina akan Lionel Messi betul2 susah terbantahkan. Selain dr impak untuk aksi, 4 tahap tokoh terhebat nama lain man of the match pada 6 pertarungan yg didapat Messi menguatkan hendak kontribusinya pada skuad. “Aku sungguh enggak sependapat bagi penjelasan Argentina nggak mampu berbuat besar tanpa adanya saya, ” omongan Messi terhadap judi bola dunia.

Ia tdk akan dibilang jadi penentu pada impak Argentina mendatang. Messi mampu saja mungkir tanggungan pundaknya tersebut, akan tetapi julukan pesepak bola terhebat dunia yang didapatnya tahun 2009, 2010, 2011, serta 2012 diharap sanggup ia sempurnakan dgn sebagai juara di Piala Dunia 2014.

Selesai tidak berhasil berkontribusi terbaik bagi mengiringi Argentina daripada perempat final pada Piala Dunia tahun 2006 serta 2010, oleh karena itu tahun ini lah Messi akan mengesahkan kalau dia tidak hanyalah berperan sempurna untuk klubnya, Barcelona. Melakoni 6 duel Negara brazil 2014, Messi lulus mencetak 4 gol saat 573 menit performa dan mengulurkan Argentina pergi ke final yg kelima di Piala Dunia.

Hanya saja usai perjuangan lawan Belanda yg lalu, Messi betul-betul memestakan keunggulan dengan rekannya di ruang ganti tim. Mereka juga beberapa kali mengunggah ketika kegirangan ini setelah memapah negaranya melaju. Sejumlah tokoh atas Argentina tetap mengerjakan selebrasi lazimnya. Tetapi, selebrasi tersebut dirayakan tanpa sang kapten, Messi. Karena kala itu Messi harus jalani tes doping setelah perjuangan. Tes ini terbuka dijalani berdasarkan acak kepada para pemain.